Kabid PTKP HMI Komisariat Insan Cita
Cabang Bekasi
Gunung sampah di TPST Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, telah menjadi simbol krisis pengelolaan sampah di Indonesia. Timbunan sampah yang terus meningkat tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas udara di sekitarnya.Gunung sampah ini telah mencapai sekitar 40 meter ( setara dengan gedung 16 lantai), dengan total timbunan diperkirakan mencapai sekitar 55 juta ton. Setiap hari warga bantar gebang menyambut kedaatangan sampah dari DKI Jakarta sebanyak 7000 hingga 8000 ton per hari.
Sangat disayangkan, upaya pemerintah dalam menangani persoalan sampah masih berjalan relatif lambat jika dibandingkan dengan besarnya permasalahan yang terjadi di Bantargebang, Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas TPST Bantargebang semakin mendekati batas maksimal. Akibatnya, berbagai persoalan lingkungan mulai bermunculan, mulai dari pencemaran udara, bau tidak sedap, hingga risiko longsor sampah.
Pada Minggu, 8 Maret 2026, terjadi bencana longsor di TPST Bantargebang yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimbun material sampah.
Melihat respon pemrintah terhadap penanggulanan sampah yang berupaya mengeluarkan kebijakan tentang pengelolaan sampah menjadi energi listrik ( PSEL) yang menjadi proyek strategis nasional dalam mengeluarkan solusi terhadap sampah terkhusus di wilayah bantar gebang dan sekitarnya.
Di pertengahan tahun 2025 pemkot bekasi menggolontorkan dana sebesar 100 miliar untuk pembebasan lahan seluas 5 hektare di cikeuting udik, itu menjadi langkah awal realisasi dalam proyek PSEL ini.
Berdasarkan pengamatan penulis, setelah proses pembebasan lahan selesai, belum terlihat percepatan pembangunan proyek PSEL. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa proyek tersebut akan mengalami keterlambatan bahkan berpotensi mangkrak apabila tidak segera direalisasikan.
Berdasarkan informasi yang beredar, Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD dan perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang telah melakukan kunjungan ke Tiongkok untuk meninjau teknologi pengolahan sampah milik Wangneng Environment sebagai referensi pembangunan PSEL di Kota Bekasi.
Langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bekasi memberikan harapan bahwa persoalan sampah di Bantargebang dapat segera diatasi. Namun, harapan tersebut harus dibuktikan melalui tindakan nyata, percepatan pembangunan PSEL, serta komitmen pemerintah dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, saya berharap Pemerintah Kota Bekasi segera merealisasikan proyek PSEL sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan transparansi mengenai perkembangan proyek kepada masyarakat, memperkuat sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat PSEL, serta melakukan evaluasi terhadap volume sampah yang terus dikirim dari DKI Jakarta agar beban TPST Bantargebang tidak semakin berat.


0 Komentar