JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Alumni (IKA) BEM Nusantara menggelar audiensi strategis dengan Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Prayudi Syamsuri, S.P., M.Si., di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi dan kolaborasi dalam mendukung program prioritas swasembada serta ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Umum IKA BEM Nusantara, Tomy Suswanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa organisasinya siap mengoptimalkan jejaring alumni BEM Nusantara yang tersebar di berbagai daerah sebagai mitra strategis dalam penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan nasional membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat hingga tingkat akar rumput.
"Visi besar ketahanan pangan nasional tidak akan berjalan optimal tanpa adanya jembatan yang mampu menghubungkan kebijakan dengan masyarakat di daerah. Alumni BEM Nusantara memiliki sumber daya manusia yang tersebar dari tingkat desa hingga nasional. Kami siap berkolaborasi menghadirkan solusi konkret melalui pemanfaatan teknologi digital dalam rantai pasok pangan maupun pengembangan inkubasi bisnis agribisnis bagi generasi muda di daerah," ujar Tomy.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Prayudi Syamsuri menyambut positif komitmen yang ditunjukkan IKA BEM Nusantara. Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjawab berbagai tantangan sektor pangan di masa depan.
Menurutnya, isu perubahan iklim, efisiensi distribusi logistik, hingga penguatan produksi pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
"Kementerian Koordinator Bidang Pangan sangat terbuka terhadap keterlibatan generasi muda produktif. Perencanaan konektivitas logistik yang efisien, mitigasi alih fungsi lahan pertanian, hingga pemanfaatan hasil riset pascapanen membutuhkan kerja sama multipihak. IKA BEM Nusantara memiliki posisi strategis sebagai mitra dalam mengawal kebijakan sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis pangan," jelas Prayudi.
Dari audiensi tersebut, kedua pihak menghasilkan sejumlah gagasan awal yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret, di antaranya:
- Digitalisasi Logistik Pangan, melalui pengembangan sistem informasi berbasis data daerah asal alumni untuk memetakan wilayah surplus dan defisit pangan secara lebih cepat dan akurat.
- Gerakan Petani Milenial, berupa program inkubasi kewirausahaan agribisnis bagi alumni di berbagai daerah guna menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru di sektor pertanian serta peternakan.
- Satelit Advokasi Desa, sebagai upaya pengawalan pemanfaatan alokasi Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
Audiensi ini juga menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi yang tengah dilakukan IKA BEM Nusantara menjelang Pelantikan Nasional kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026 di Auditorium Graha Inti Fauzi, Jakarta.
Melalui kolaborasi dengan Kemenko Pangan RI, IKA BEM Nusantara berharap dapat melahirkan berbagai program percontohan, termasuk inisiatif Desa Mandiri Pangan, yang akan digerakkan langsung oleh para alumni di berbagai daerah sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (nik)


0 Komentar