Penabekasi.id - Bekasi, Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi Puji Nugraha Ridwan biasanya di sapa Japong angkat bicara terkait informasi yang diberikan oleh pemerintah pusat bahwa BBM resmi untuk di naikan

Menurutnya kenaikan BBM ini sangat mesengsarakan rakyat di tengah - tengah pemulihan perekonomian

"Bukan ini solusinya untuk APBN, kenaikan BBM ini malah mengsengsarakan rakyat karena sedang pemulihan perekonomian pasca Covid-19, Terutama BBM Subsidi yang sangat penting untuk masyarakat bawah, karena harga yang di naikan oleh pemerintah ini cukup besar" Ujar Puji Nugraha Ridwan

Jokowi mangatakan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Bantuan langsung tunai (BLT) BBM sebesar Rp 12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp 150 ribu per bulan dan mulai diberikan bulan September selama 4 bulan

PTKP HMI Cabang Bekasi menyebutkan Bahwa solusi untuk rakyat kurang mampu ini sangatlah lucu

"150rb perbulan dengan anggaran 12,4 Triliun, ini sangatlah bukan solusi. 150rb dalam sebulan apakah cukup untuk rakyat kurang mampu. Blt saja saat covid-19 banyak yang tidak tepat sasaran. Kenaikan BBM bukan solusinya pak jokowi!" Tutur dengan tegas PTKP HMI Cabang Bekasi

Kenaikan BBM sudah diberlakukan sejak 1 jam diumumkannya kenaikan harga BBM pada 14.30 WIB

"Saya yakin kebijakan kenaikan BBM ini bukan kepentingan untuk rakyat, tapi kepentingan untuk Elite Politik serta para pengusaha besar. Saya yakinkan jika harga BBM tetap naik jutaan rakyat indonesia akan melakukan demonstrasi" ujar Puji Nugraha Ridwan PTKP HMI Cabang Bekasi

Saat ditanya PTKP HMI Cabang Bekasi ini menyebutkan bahwa HMI Cabang Bekasi akan melakukan demonstrasi dan akan mengajak seluruh elemen masyarakat

"Kami akan melakukan demonstrasi serta mengajak masyarakat dan kalau bisa kita boikot Pom Bensin. Agar pemerintah tahu bahwa rakyat tak ingin harga BBM naik!" Ujar Puji Nugraha Ridwan PTKP HMI Cabang Bekasi
(NIK)