PenaBekasi.id (15/12/2019)__ MENDIKBUD Nadiem Makarim meralata pernytaannya soal penghapusan Ujian Nasional (UN) di sekolah Tahun 2021, melainkan hanya formatnya yang di ganti.

“Agar tidak ada mispersepsi, UN itu tidak dihapus. Mohon maaf, kata ‘dihapus’ itu hanya headline di media agar diklik, karena itu yang paling laku,” ujar Nadiem saat mengikuti rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (12/12/2019).

CEO Gojek ini berdalih, dia hanya ingin menghapus format UN yang selama ini mengetes siswa/siswi per mata pelajaran saja. Nantinya format ujian semacam itu akan diubah menjadi asesmen kopetensi minimum dan survei karakter.

“Diganti, tapi dengan asesmen kompetensi minimum, yaitu hampir mirip-mirip seperti PISA, yaitu literasi, numerasi, plus ada satu survei karakter,” ujarnya.

Dia meminta untuk seluruh anggota komisi X DPR agar tidak lagi membicarakan wacana penghapusan UN.

kepada publik lewat media massa. “Jadi mohon tidak lagi bicara kepada media atau apa bahwa UN dihapus,” ucapnya.

Sebelumnya, Nadiem menyatakan, UN Tahun 2020 adalah yang terakhir kalinya dilaksanakan di Indonesia. Untuk 2021, ujian itu akan diganti dengan asesmen kompetensi minimum di 2021. (Red)
Sumber: repelita.com