Oleh : [Tomy Suswanto,S.E.,M.M] 


Momentum Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kota Bekasi sudah di depan mata. Sebagai salah satu agenda politik paling krusial di Kota Patriot, Musda bukan sekadar ajang suksesi perebutan kursi ketua. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang refleksi ideologis bagi seluruh elemen, termasuk organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan yang secara historis memiliki kedekatan batin dengan partai berlambang pohon beringin ini, salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). 


Hubungan antara Partai Golkar dan HMI bukanlah barang baru dalam lanskap politik nasional maupun lokal. Secara historis dan intelektual, keduanya memiliki ikatan emosional dan DNA perjuangan yang beririsan sejak era Orde Baru hingga reformasi. Golkar sebagai wadah artikulasi politik kekaryaan senantiasa diisi oleh insan-insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang banyak lahir dari rahim kaderisasi HMI. 


Di Kota Bekasi, sinergi ini melahirkan harmonisasi pembangunan yang luar biasa. Golkar membutuhkan pasokan pemikiran kritis dan kader kepemimpinan yang matang dari mahasiswa, sementara HMI membutuhkan ruang aktualisasi strategis agar gagasan-gagasan keumatan dan kebangsaan mereka dapat dieksekusi melalui kebijakan publik formal. 


Membahas kedekatan Golkar dan HMI di Kota Bekasi tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok Rahmat Effendi (Bang Pepen). Mantan Wali Kota Bekasi sekaligus mantan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi ini merupakan representasi nyata bagaimana komitmen kekaryaan dapat bersinergi dengan dunia kemahasiswaan. 


Meski tidak tumbuh dari struktur organik HMI semasa kuliah, besarnya kepedulian Bang Pepen terhadap pembinaan pemuda membuatnya dianugerahi status sebagai Anggota Kehormatan Korps Alumni HMI (KAHMI) Bekasi. Kontribusinya bukan sekadar simbolis di atas kertas. Di bawah kepemimpinannya, dunia kemahasiswaan Kota Bekasi mendapat ruang istimewa. Salah satu bukti monumental dedikasinya adalah dukungannya dalam peresmian Gedung Sekretariat KAHMI/HMI di Jalan Agus Salim, Bekasi Timur. Bagi HMI, Rahmat Effendi adalah bapak pembangunan daerah yang paham betul bahwa investasi terbaik sebuah kota terletak pada pembangunan manusianya—termasuk memfasilitasi organisasi kemahasiswaan agar terus hidup dan berimprovisasi bagi kemajuan daerah. 


Kini, roda zaman berputar dan estafet kepemimpinan Golkar Kota Bekasi berada di pundak Ade Puspitasari, S.Sos., M.B.A.. Menjelang Musda VI, sudah selayaknya HMI Kota Bekasi, baik secara moral maupun pemikiran, berdiri beriringan menyokong keberlanjutan kepemimpinan Ade Puspitasari. 


Ada beberapa alasan rasional mengapa harmoni ini harus dijaga: 


• Konsistensi Struktur dan Soliditas: Ade terbukti mampu mempertahankan eksistensi Beringin tetap kokoh di Kota Bekasi dengan raihan 8 kursi legislatif pada Pileg 2024. Capaian ini menyamai torehan emas di era Rahmat Effendi. Kemampuan manajerial ini membantah segala keraguan dan membuktikan bahwa ia adalah pemimpin konsolidator yang andal. 


• Keberlanjutan Komitmen Pemuda: Sebagai politisi muda perempuan pertama yang memimpin Golkar Bekasi, Ade memiliki kedekatan emosional dan kepedulian yang sama besarnya dengan sang ayah terhadap organisasi kepemudaan. 


Musda VI Golkar Kota Bekasi bukanlah panggung tawar-menawar kepentingan jangka pendek. Ini adalah momentum untuk merawat warisan kebaikan dan memastikan pembangunan Kota Bekasi tetap dikawal oleh kolaborasi intelektual dan politik yang sehat. 


Sejarah telah mencatat kontribusi besar Rahmat Effendi bagi HMI. Menatap masa depan, adalah langkah logis dan strategis bagi HMI untuk terus merawat sinergi itu bersama Ade Puspitasari, demi terwujudnya Kota Bekasi yang maju, sejahtera, dan melahirkan generasi-generasi pengabdi yang paripurna.

Kota Bekasi, 10 Oktober 2026