BEKASI – Rabu, 23/9/2026 SDN Ciketing Udik IV, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak, mengusung tema "Cerdas Otaknya, Kuat Imannya, Luhur Budinya". Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara guru, orang tua, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter.
Mengusung subtema "Sinergitas dan Kolaborasi Model Pendidikan Ramah Anak antara Guru dan Orang Tua", acara tersebut dihadiri unsur pemerintah, legislatif, akademisi, pengawas pendidikan, komite sekolah, serta pemerhati perlindungan anak yang bersama-sama menyatakan komitmennya terhadap terwujudnya sekolah yang ramah bagi setiap anak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang disambut penampilan Drum Band dan pembukaan panggung hadroh. Suasana berlangsung khidmat saat pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ust. Tajudin, S.Pd.I, Ketua KKG PAI Kecamatan Bantargebang, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh peserta.
Acara dipandu oleh Irdi Bisyori, S.Pd.I selaku pembawa acara yang mengarahkan seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Maulid Nabi Jadi Penguat Pendidikan Berkarakter
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam dunia pendidikan. Melalui tema "Cerdas Otaknya, Kuat Imannya, Luhur Budinya", kegiatan ini menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari penguatan iman serta pembentukan karakter mulia sebagai fondasi generasi masa depan.
Semangat tersebut selaras dengan upaya menghadirkan lingkungan sekolah yang menghormati hak anak, bebas dari kekerasan, serta mendorong tumbuh kembang peserta didik secara utuh.
Hadirkan Kolaborasi Pemerintah, Pengawas, dan Komite Sekolah
Rangkaian sambutan menjadi momentum penegasan pentingnya sinergi antara sekolah, pemerintah, dan keluarga dalam membangun budaya pendidikan yang berpihak kepada anak.
Kepala Sekolah Busyro Effendi, S.Pd., M.M. menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sekaligus mampu membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai luhur yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Sementara itu, Chondro Wibhowo, M.E., S.E. selaku Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan pentingnya memperkuat ekosistem pendidikan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan demi mendukung perlindungan anak di lingkungan sekolah.
Dukungan dari unsur legislatif juga disampaikan oleh Wildan Fathurrahman, S.Kep., Ns., M.H., Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, yang menekankan bahwa implementasi Sekolah Ramah Anak membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. H. Siti Aisyah, M.Pd., Kasi Peserta Didik, yang menunjukkan dukungan terhadap penguatan program pendidikan ramah anak di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rahma, S.Pd.I dan R. Sardiyo, S.Pd., M.Pd. selaku Pengawas Binaan PAI Kecamatan Bantargebang yang memberikan dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran berbasis nilai-nilai keagamaan di sekolah.
Selain itu, Sutarno, M.Pd., Ketua Komite SDN Ciketing Udik IV, turut hadir sebagai representasi orang tua dan masyarakat dalam memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga sebagai salah satu pilar utama mewujudkan Sekolah Ramah Anak.
Ketua KPAI Pusat Tekankan Perlindungan Anak sebagai Budaya Sekolah
Puncak kegiatan diisi dengan penyampaian materi utama oleh Dr. H. Aris Adi Leksono, M.M.Pd., Ketua KPAI Pusat sekaligus Sekretaris Umum PERGUNU.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pendidikan ramah anak harus menjadi budaya bersama, di mana sekolah dan keluarga berperan sebagai mitra dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari aspek intelektual, emosional, maupun spiritual.
Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Dr. H. Heri Kuswara, M.Kom., dosen tetap Universitas BSI sekaligus Trainer Keluarga Indonesia Maslahat (KIM), yang memfasilitasi dialog antara narasumber dan para peserta.
Penandatanganan Deklarasi Jadi Simbol Komitmen Bersama
Sebagai puncak acara, seluruh pemangku kepentingan melaksanakan penandatanganan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di SDN Ciketing Udik IV, Kecamatan Bantargebang. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, perundungan, serta mampu menjamin pemenuhan hak-hak anak di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diselingi pembagian doorprize kepada tiga peserta yang aktif berpartisipasi. Acara juga diisi dengan penyerahan cenderamata dan sertifikat apresiasi kepada para narasumber, moderator, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Sekolah sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mendukung pendidikan ramah anak.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan seluruh peserta dalam mendukung implementasi Sekolah Ramah Anak di Kota Bekasi, sebelum doa penutup dipimpin oleh Ust. Warto Susanto, S.Pd.I.
Melalui rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak ini, SDN Ciketing Udik IV berharap semangat "Cerdas Otaknya, Kuat Imannya, Luhur Budinya" dapat terus tertanam dalam diri peserta didik sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter di Kota Bekasi. (Nik)




0 Komentar