BEKASI — Thalitha Maritza, siswi SMK Teratai Putih Global 2 Bekasi, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan lolos dalam jajaran Big Five Program WFA Paid Internship Batch V yang diselenggarakan Labirutour.

Menariknya, Thalitha menjadi satu-satunya peserta dari jenjang pendidikan SMK yang berhasil menembus lima besar program tersebut. Empat peserta lainnya diketahui berasal dari perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Brawijaya (UB).

Pencapaian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Thalitha. Di tengah persaingan peserta yang mayoritas berasal dari lingkungan perguruan tinggi, ia mampu menunjukkan kemampuan dan potensinya sebagai seorang siswa SMK.

Thalitha mengatakan, keikutsertaannya dalam program tersebut bermula dari keinginan untuk mencoba kesempatan baru sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang content.

“Saya awalnya hanya ingin mencoba dan memberikan kemampuan terbaik saya. Saya tidak menyangka bisa masuk Big Five, apalagi menjadi satu-satunya siswa SMK. Ketika mengetahui hasilnya, saya merasa sangat senang, bangga, sekaligus bersyukur,” ujar Thalitha.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bahwa kesempatan untuk berkembang tidak harus menunggu seseorang menyelesaikan pendidikan tinggi terlebih dahulu. Selama memiliki kemauan untuk belajar dan berani mencoba, siswa SMK juga memiliki peluang untuk bersaing di berbagai bidang.

“Saya belajar bahwa kita tidak perlu menunggu sampai kuliah untuk mulai mencoba sesuatu. Selama ada kesempatan dan kita mau belajar, kita juga bisa bersaing. Yang penting berani mencoba dan memberikan yang terbaik,” katanya.

Kepala Sekolah Apresiasi Prestasi Thalitha

Kepala SMK Teratai Putih Global 2 Bekasi, Endang Sunarsasi, turut menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian yang diraih Thalitha.

Menurut Endang, keberhasilan tersebut bukan hanya menunjukkan prestasi individu seorang siswa, tetapi juga menjadi bukti bahwa lulusan pendidikan vokasi memiliki potensi untuk bersaing dengan peserta dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Kami tentu sangat bangga dengan pencapaian Thalitha. Yang membanggakan bukan hanya karena ia berhasil lolos, tetapi juga karena ia mampu bersaing dengan peserta yang berasal dari perguruan tinggi negeri. Ini menunjukkan bahwa siswa SMK juga memiliki kemampuan dan potensi yang tidak kalah untuk berkompetisi,” tutur Endang.

Ia berharap pencapaian Thalitha dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk tidak ragu mengambil berbagai kesempatan pengembangan diri di luar lingkungan sekolah.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain bahwa kesempatan untuk berkembang terbuka luas. Jangan takut mencoba dan jangan merasa minder hanya karena masih berstatus sebagai siswa SMK,” tambahnya.

Keberhasilan Thalitha menjadi gambaran bahwa pendidikan vokasi memiliki ruang yang luas untuk berkembang. Pengalaman mengikuti program internship bersama peserta dari berbagai latar belakang pendidikan menjadi kesempatan berharga untuk membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, sekaligus mengasah kemampuan profesional sejak dini.

Masuknya nama Thalitha dalam Big Five Program WFA Paid Internship Batch V Labirutour juga menjadi catatan tersendiri. Di antara peserta dari UPI, UM, UNS, dan UB, terdapat satu nama dari bangku SMK yang mampu berdiri sejajar dalam kompetisi tersebut.

Bagi Thalitha, pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk terus belajar, mencoba berbagai peluang, dan membuktikan bahwa status sebagai siswa SMK bukanlah batas untuk meraih prestasi. (Nik)