BEKASI — Bau sampah dan suara truk pengangkut sudah menjadi pemandangan yang tidak asing bagi peserta didik SMP Adisa, Bantargebang, Bekasi. Sehari-hari, mereka tumbuh di lingkungan yang dekat dengan aktivitas pengumpulan dan pemilahan barang bekas.
Namun, melalui kegiatan PEDAL JUARA, para peserta didik mulai melihat barang bekas dari sisi yang berbeda.
Kegiatan tersebut mengajak peserta memanfaatkan tutup botol plastik yang biasanya berakhir sebagai sampah untuk diolah menjadi gantungan kunci. Bahan-bahan tersebut diperoleh dari pengumpul barang bekas yang berada di depan sekolah, kemudian dikumpulkan dan diolah bersama hingga menjadi produk yang dapat digunakan serta memiliki nilai jual.
Bagi peserta, membuat gantungan kunci bukan hanya tentang menghasilkan sebuah kerajinan. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana benda sederhana bisa berubah setelah melalui proses pengolahan. Dari rasa penasaran ketika mulai membuat, muncul kepuasan saat produk yang dikerjakan sendiri akhirnya selesai.
Yang menarik, bahan yang digunakan bukan sesuatu yang sulit ditemukan. Tutup botol tersebut justru berasal dari lingkungan yang selama ini dekat dengan kehidupan mereka. Setiap hari, para peserta dapat melihat barang bekas dikumpulkan dan dipilah di sekitar sekolah. Melalui kegiatan ini, mereka mencoba melihat barang-barang tersebut bukan hanya sebagai limbah, tetapi sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan.
Proses tersebut menjadi cara sederhana bagi peserta untuk memahami bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Tutup botol yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi benda yang memiliki fungsi dan dapat ditawarkan kepada orang lain.
Ketika hasil karya mereka selesai dan mulai dilihat oleh orang lain, muncul kebanggaan tersendiri. Para peserta menyadari bahwa sesuatu yang dibuat dengan tangan sendiri ternyata bisa digunakan dan dihargai. Dari pengalaman tersebut, kepercayaan diri mereka ikut tumbuh karena berhasil menciptakan produk dari bahan yang selama ini ada di sekitar.
Bagi peserta didik SMP Adisa yang tinggal dan belajar di sekitar Bantargebang, pembelajaran mengenai lingkungan pun terasa lebih nyata. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan kembali sampah, tetapi juga langsung mencoba mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang baru.
Kegiatan PEDAL JUARA sekaligus memperkenalkan pengalaman kewirausahaan sederhana kepada para peserta. Mereka belajar bahwa sebuah produk tidak hanya perlu dibuat, tetapi juga dapat memiliki nilai ketika ada orang lain yang tertarik untuk menggunakannya.
Gantungan kunci yang dihasilkan memang berukuran kecil. Namun, proses pembuatannya memberi peserta cara pandang baru terhadap benda-benda yang selama ini mereka temui setiap hari.
Dari tutup botol yang semula dianggap sebagai sampah, mereka belajar bahwa sesuatu yang sederhana pun dapat diolah menjadi karya yang berguna dan membanggakan. (Nik)

0 Komentar