BEKASI – Rangkaian Program Pengenalan Studi dan Almamater (PROPESA) 2026 BEM Kammalah memasuki sesi penguatan wawasan mahasiswa pada hari kedua, Minggu (30/8/2026). Salah satu materi yang diberikan mengangkat tema “Transformasi Intelektual: Mahasiswa Sebagai Agent of Change”.
Materi tersebut disampaikan oleh Muhammad Syahril Mubarok, S.E., di Aula Kampus STAI Al Marhalah Al Ulya. Sesi ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya perkembangan intelektual serta peran mahasiswa dalam membawa perubahan.
Dalam penyampaiannya, Syahril menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu memiliki pola pikir kritis dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan cara berpikir kritis dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Karena itu, transformasi intelektual menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa sebagai agent of change yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.”
Materi tersebut sejalan dengan tema besar PROPESA 2026, yaitu “Mengenal, Berproses, dan Bertransformasi Bersama: Membangun Kesadaran dan Integritas Mahasiswa untuk Perubahan.”
Melalui materi transformasi intelektual, mahasiswa baru diharapkan mulai memahami bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga bagaimana membangun pola pikir, kepedulian, dan keberanian untuk menjadi bagian dari perubahan di lingkungan sekitar. (Nik)



0 Komentar