penabekasi.id - Bantar Gebang, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Insan Cita menggelar audiensi bersama Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, S.Kep., Ns., M.H., didampingi Ketua Gerakan Pemuda Penerus Bangsa (GP Perba), Muhammad Lutfi, untuk membahas perkembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Bantargebang, Kota Bekasi. Audiensi tersebut dilaksanakan di kediaman Wildan Fathurrahman. Selasa, 21 juli 2026

Dalam audiensi, Alfin Mauludin, selaku Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Komisariat Insan Cita, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menghadirkan solusi atas persoalan sampah melalui pembangunan PSEL.

"Kami melihat langkah Pemerintah Kota Bekasi dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan sampah, khususnya di wilayah Bantargebang, merupakan kebijakan yang patut didukung. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang perlu dikaji secara lebih mendalam, terutama mengenai kesiapan teknis mulai dari tahap pembangunan hingga operasional pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Kami juga melihat adanya indikasi miskomunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terkait pembagian peran dan fungsi, yang berdampak pada tertundanya agenda groundbreaking yang semula direncanakan pada 8 Juli 2026 hingga waktu yang belum ditentukan," ujar Alfin.

Menanggapi hal tersebut, Wildan Fathurrahman menegaskan bahwa pembangunan PSEL tidak boleh dipandang semata sebagai solusi pengurangan volume sampah, tetapi juga harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantargebang melalui penguatan ekosistem ekonomi lokal.

Menurut Wildan, sebagai anggota DPRD sekaligus putra asli Bantargebang, keberadaan PSEL harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

"Pemerintah perlu mengkaji secara detail peningkatan kompetensi calon tenaga kerja lokal melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan keterampilan. Hal ini memerlukan kolaborasi lintas lembaga, baik pemerintah daerah, dunia pendidikan, maupun sektor terkait, agar masyarakat Bantargebang benar-benar siap menjadi bagian dari ekosistem PSEL," ungkap Wildan.


Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara pemuda, mahasiswa, dan legislatif dalam mengawal pelaksanaan Proyek Strategis Nasional agar tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang. Dengan demikian, pembangunan PSEL diharapkan mampu berjalan secara transparan, tepat sasaran, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. (Nik)