Bekasi, 11 Juni 2026 - Persatuan Mahasiswa Bekasi (PERMASI) Jakarta Raya menyoroti kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM nonsubsidi sekitar 32 persen. Kenaikan ini dinilai langsung membebani daya beli masyarakat, terutama kelas menengah yang rutin menggunakan BBM nonsubsidi.
Ketua Umum PERMASI, Marhadi, menyampaikan, “Pengemudi ojek online, guru, karyawan swasta, hingga ibu rumah tangga akan langsung merasakan dampaknya. Biaya transportasi mereka bisa naik sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan, yang otomatis mengurangi alokasi untuk kebutuhan sehari-hari lainnya.”
PERMASI juga menyoroti bahwa selisih harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi yang cukup besar dapat mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi, yang berpotensi menambah tekanan pada anggaran energi nasional.
“Pemerintah harus meninjau ulang kebijakan ini dan memastikan ada langkah mitigasi untuk meringankan masyarakat, terutama mahasiswa dan keluarga menengah. Kebijakan energi harus berpihak pada rakyat, bukan hanya mengikuti tren harga minyak dunia,” tegas Marhadi.
PERMASI menegaskan akan terus mengawal kebijakan energi, mendorong transparansi pemerintah, dan mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda, untuk memantau serta menyuarakan dampak kenaikan BBM, agar kebijakan ini tidak memberatkan rakyat. (nik)


0 Komentar