![]() |
| Oleh : Muhammad Rifqy Nur Fauzan, Amanda, Mutiara Cinta Rahmadani, Aura Zahra, Muhammad Sya'bani, Andhika, Elmira, Rayan |
Bekasi – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KAMMALAH STAI Al-Marhalah Al-'Ulya Bekasi berencana bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Daerah Bekasi meluncurkan program Perpustakaan Jalanan selama enam bulan mulai tahun 2026. Inisiatif ini membawa buku gratis ke ruang publik seperti taman kota, car free day, dan pinggir jalan protokol untuk atasi rendahnya literasi masyarakat urban Bekasi. Program selaras dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional 2024 yang mencapai 73,52, meski tantangan masih besar.
Krisis Literasi Mendesak
Indonesia menghadapi minat baca rendah, hanya 0,001% atau 1 dari 1.000 orang yang gemar membaca menurut UNESCO. Badan Pusat Statistik (BPS) catat 10% penduduk rajin baca buku, sementara Tingkat Gemar Membaca (TGM) 2024 sebesar 72,44 dari survei 174.226 responden di 514 kabupaten/kota. Fenomena "malas baca tapi cerewet di medsos" tambah parah dengan literasi digital 49,28 pada 2025 dan skor PISA 2022 siswa 371, jauh di bawah rata-rata OECD.
Profil Kampus dan BEM
STAI Al-Marhalah Al-'Ulya Bekasi berdiri sejak 1984, terakreditasi B, fokus pendidikan Islam seperti PAI, PIAUD, Hukum Ekonomi Syariah, dan Perbankan Syariah. Kampus aktif pengabdian masyarakat lewat LMS almarhalahlearning.com.
Detail Program Inklusif
Setiap sesi sediakan 200-300 buku gratis untuk dibaca di tempat, diskusi literasi, dongeng anak, dan workshop menulis. Target anak-anak dapat buku bergambar serta komik edukatif seperti Kumpulan Dongeng Nusantara; remaja novel ringan dan filsafat sederhana; umum majalah terkini. Lokasi taman terbuka 2x2 meter dengan karpet empuk, tanaman segar, dan aturan "1 orang 1 buku". Dinas Pendidikan sumbang buku bacaan, Dinas Perpustakaan sediakan gerobak keliling dan pelatihan sukarelawan.
Rencana Operasional
- Bulan 1-2: Kumpul 1.000 buku donasi, latih 50 relawan BEM, petakan 10 titik Bekasi.
- Bulan 3-4: Operasi akhir pekan, target 300 pengunjung/bulan, kolaborasi sekolah untuk GLS anak SD.
- Bulan 5-6: Survei pre-post literasi, laporan dinas, ekspansi QR code e-book.
Konteks Lokal Bekasi: Tantangan Urban dan Potensi Pemuda
Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta menghadapi kepadatan penduduk 17.000 jiwa/km² dengan indeks literasi daerah hanya 68,4 (data Dinas Pendidikan 2024), di mana pekerja migran dan keluarga muda sering terjebak rutinitas industri tanpa akses perpustakaan tetap. Program ini strategis karena menjangkau kawasan rawan seperti Perumnas dan pinggir tol, di mana anak jalanan dan buruh pabrik jarang sentuh buku. BEM STAI Al-Marhalah, dengan akar nilai Islam moderat, posisikan diri sebagai agen perubahan yang menggabungkan dakwah literasi seperti membaca sebagai ibadah ilmu dengan aksi sosial nyata, menginspirasi mahasiswa lain di Jawa Barat.
Program proyeksi naikkan TGM lokal 10-15%, serupa microlibrary sukses di Bandung-Malang. Di era gadget dominan, inisiatif pemuda Islami ini rebut ruang publik untuk budaya baca inklusif, jadi model gerakan literasi nasional menuju IPM 2045 dengan dukungan pemerintah-LSM.
Dimensi Filosofis: Literasi sebagai Jalan Menuju Keadilan Sosial
Secara filosofis, inisiatif ini menggemakan pemikiran Ibn Khaldun yang menyatakan, "Man is essentially ignorant, and becomes learned through acquiring knowledge," di mana kebodohan kolektif dapat meruntuhkan peradaban jika tidak dilawan dengan pencarian ilmu. Gagasan Jürgen Habermas tentang ruang publik sebagai "domain of social life where private individuals come together to discuss matters of general concern" melalui diskusi rasional-kritis semakin relevan, menciptakan arena dialog bebas dari kepentingan pribadi untuk membentuk opini umum berbasis kebenaran dan keadilan. Di tengah polarisasi medsos, Perpustakaan Jalanan ciptakan "oase kontemplasi" di mana orang biasa bertemu ide-ide segar, dari pemikiran Khalil Gibran bahwa "a little knowledge that acts is worth infinitely more than much knowledge that is idle" hingga ushul fiqh ringkas untuk umat. Ini bukan sekadar baca buku, tapi membangun kesadaran kritis terhadap isu korupsi, ketidakadilan ekonomi, dan degradasi moral urban jadikan literasi senjata aktivisme damai menuju masyarakat adil makmur sebagaimana visi Indonesia Emas 2045.
Proyeksi Jangka Panjang dan Ajakan Kolaborasi
Pasca enam bulan, program targetkan kemandirian melalui komunitas baca mandiri di setiap titik, integrasi dengan aplikasi literasi nasional seperti "BacaPedia", dan replikasi ke 20 kampus Islam di Jabodetabek. Dukungan swasta seperti CSR perusahaan Bekasi bisa tambah 5.000 buku tahunan. Ajakan terbuka: komunitas literasi, influencer, dan LSM bergabung donasi atau relawan. Bersama, kita ubah Bekasi dari kota transit jadi pusat pengetahuan inklusif.
Referensi
"Manajemen Perpustakaan: Penerapan TQM dan CRM" - Elva Rahmah
- "Manajemen Informasi Perpustakaan: Tuntunan Praktis" - Liya Dachliyani, S.Sos, M.Pd
- "Manajemen Perpustakaan" - Dr. Drs. Syafri Fadillah Marpaung, S.E, M.Pd.
- komdigi.go.id - Teknologi Masyarakat Indonesia Malas-Baca Tapi Cerewet di Medsos
editor : nik


0 Komentar