PENABEKASI.ID - MALUKU, Ada dua peristiwa penting bersejarah sarat makna yang jatuh pada akhir oktober dan awal bulan november tahun 2020 ini, dimana warga bangsa indonesia akan memperingati hari sumpah pemuda (28 oktober) dan peringatan hari pahlawan (10 november).

Kami sekedar ingin mengajak warga bangsa indonesia pada umumnya serta wabil khusus warga Maluku dimana saja berada guna kembali menelaah, merefresh, atau barangkali sejenak berkontemplasi akan peran/jasa  perjuangan berdarah² seorang putra Maluku yang gugur sebagai kesuma demi mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia yang telah merintis jalan peradaban bersama para founding fathers republik lainnya 

Abdul Muthalib Sangadji (AM Sangadji)   namanya diabadikan sebagai nama jalan di berbagai daerah di indonesia serta dihargai oleh pemerintah kabupaten kutai kertanegara dengan dibangun sebuah monumen kenang²an perintis kemerdekaan ri di tenggarong kalimantan timur. di dalam majalah Mandau yang diterbitkan oleh ikatan perjuangan kalimantan (IPK) di jogjakarta (1948) AM Sangadji menceritakan, "Keadaan kami ketika itu dalam penjara adalah sebagai dalam daerah merdeka, daerah republik, di tengah² daerah musuh. disana ada pamong prajanya, ada polisinya, ada dokternya, ada kadi-nya dan terutama pemuda² sebagai prajurit yang menjadi isi tahanan itu"  

AM Sangadji pun terlibat dalam sumpah pemuda 1928 sebagai peserta utama kongres bersama tokoh² pemuda indonesia lainnya yang secara kolektif kolegial memiliki semangat dan value yang sama membumikan visi mengoperasionalkan misi serta melegitimasi peranan kaum muda dalam kancah politik perjuangan demi keutuhan, kedaulatan, kemerdekaan merah putih. 

Oleh sebab itu menjadi sebuah keniscayaan (penting dan mendesak) gubernur maluku segera memerintahkan anak buahnya (baca: kadis sosial provinsi) memahami tugas, pokok, dan fungsinya kembali sesuai dengan regulasi yang  berlaku. kementerian sosial ri sifatnya wait and see, karena proses pengajuan/pengusulan calon pahlawan dari provinsi setempat itu menjadi kewenangan dinas terkait. Kemensos hanya menyurati saja adakah calon pahlawan dari daerah setempat yang akan diajukan sebagai pahlawan nasional? 

Akhirnya kami yakin dengan kapasitas kepemimpinan yang jujur dan adil pemerintah daerah provinsi Maluku akan sesegera mungkin mengevaluasi kinerja anak buahnya jika tidak demikian kami sarankan beliau (kadis sosial provinsi maluku) wajib hukumnya segera dinonaktifkan dari jabatannya karena tak layak mengemban amanah, kepercayaan dan tanggung jawab. 


Mony kamil 
(eks DPP KNPI/cicit AM Sangadji)